tentang benda yang pernah saya hisap dan kemudian memutuskan untuk berhenti. entah kapan, saya pernah merenung, pagi hari kalo engga salah, itu juga disambi minum kopi. terasa wangi dan nikmat pagi itu!
merenungkan ~melamun lebih tepatnya, karena kuliah agak siangan, sembari menunggu giliran mandi!~ inilah dunia dalam sebatang rokok dan secangkir kopi!! mengurut rangkaian filter-kertas bergulung berisi tembakau di dalamnya, beserta kopi dan ampas-ampasnya!
merasakan seperti itulah dunia, manisnya filter, pahitnya nikotin, pekatnya kafein, manis pahit tergantung si pemberi gula, dan saya juga ~saat itu merasakan kehidupan yang seperti itu!~ dunia yang hanya tahu manis dan pahit, atau kadang sedikit berasa adem kalo itu rokok mentol! dan kita seolah seperti terbakar dalam abunya, menjadi abu rokok, menjadi ampas kopi! seperti berpikir besok kita juga mati di kemudian hari seperti batangan yang habis di akhir, atau menjadi gumpalan ampas yang terkubur dan bersatu dengan tanah!
tapi itu indah! kenikmatan tiada tara, hampir menjadi candu di kemudian hari dan waktu itu saya seperti tidak tahu kemana saya harus melangkah! heii tujuan! kemana kamu pergi! saat itu kamu segelap warna kopi di cangkir saya! sepekat asap rokok yang saya hisap! sebutek otak saya yang bakalan jadi migrain kalo kamu engga saya konsumsi!
'lebih baik H20 daripada kafein kan?'
hingga terdapat fatwa seperti itu. dan bukankah sipemberi fatwa adalah orang yang berjuang mencari napas disela sesaknya? ~dia sedang dalam masa penyembuhan setelah sakit, tengah berjuang untuk sembuh 100%~
seperti terbangun dari tidur panjang, betapa ini adalah realitas, ironisme! yang sakit aja ingin sembuh, mengapa saya harus merusak diri dengan menjadikan mereka candu?
dan merasakan betapa napas semakin berat saat saya bangun tidur! merasakan bukannya pencerahan saat berada di kelas, melainkan kantuk yang amat sangat. sudah saatnya untuk lepas dari itu semua!
hoi!! dunia saya tidak sebesar volume batang nikotin yang saya hisap, tidak seluas cangkir kafein yang saya hirup!! yang nantinya sama-sama menjadi abu dan ampas! menjadi racun dan candu! biarkan saya menghisap oksigen di udara! bebas dan melegakan! menghirup H20 dalam gelas, hambar namun memberi hidup! menjadikannya kebutuhan tanpa harus mengakibatkan kecanduan!
clear and fresh!
fresh like air, and clear like water.
transparan, setransparan saya yang melihat tujuan saya berada di depan jidat! dan harus saya gapai.
saya hanya ingin hidup lebih lama, tanpa harus dipercepat dengan racun dan candu.
tanpa harus menjadi abu dan ampas, dan saya tidak ingin mati dengan cara demikian, walaupun meninggalkan jejak berupa abu namun terhembus asap, walaupun meninggalkan sisa berupa ampas namun tercuci dengan segera dan mengalir tak berguna.
saya ingin mati! dan ketika saya mati, orang-orang akan mengenang saya seperti udara yang mereka hirup setiap milidetik, seperti H2O yang mereka minum minimal delapan gelas sehari!!
ya, saya akan menjadi seperti itu!!
mari kita ucapkan selamat tinggal kepada sebatang rokok dan secangkir kopi, meskipun suatu hari nanti kita akan reuni, toh dalam sejarah tidak ada orang yang kecanduan reuni!
ya, hanya sebatas reuni! datang, bersalaman, dan kemudian pergi!
dan reuni belum tentu kejadian sekali dalam setahun.
~teteh, makasih uda bikin Aa mengerti tentang arti sebuah kehidupan, bahwa kehidupan ini adalah amanah yang harus dijaga dan dipertanggungjawabkan di kemudian hari~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar